bogorOnline

bogorOnline

Oleh : Aldy | 10-January-2012 | Nasional

Jakarta(bogor Online)  - Hubungan yang sempat memanas antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Papua Nugini yang sempat memanas akibat insiden pencegatan pesawat yang ditumpangi Wakil Perdana Menteri Papua Nugini oleh TNI AU, sudah diselesaikan oleh kedua negara dengan baik.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa menegaskan, insiden itu hanya masalah teknis saja, dan Indonesia telah memberikan penjelasan kepada Papua Nugini. Penjelasan Indonesia itu, kata Marty, cukup memuaskan bagi Papua Nugini, sehingga kedua negara menutup kasus ini.

“Sudah ada pernyataan resmi dari pemerintah Papua Nugini yang menyatakan mereka sudah puas dengan penjelasan pemerintah Indonesia, dan menganggap kasusnya sudah selesai. Pemerintah Papua Nugini tidak berniat mengambil langkah penutupan Kedutaan Besar RI di sana,” ujar Menlu Marty Natalegawa di Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dalam pernyataan resmi pemerintah Papua Nugini, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill mengklarifikasi bahwa jet Falcon milik negaranya yang melintasi wilayah udara Indonesia ketika insiden itu terjadi, sedang dipergunakan untuk kepentingan pribadi, dan bukan untuk misi resmi negara.

Menurut Indonesia, izin yang diberikan kepada pesawat Falcon itu untuk melintas di wilayah udara Indonesia adalah selama 3-17 Desember 2011, bukan 29 November 2011 atau pada saat insiden terjadi. Pihak berwenang Indonesia pun menyatakan tengah menyelidiki ketidakcocokan data yang ada.

“Sangat penting bagi Papua Nugini dan Indonesia untuk terus memelihara hubungan diplomatik dan dialog demi memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan,” tambah O'Neill. (Aldy-Net)

 

Tags : Nothing...

Bookmark and Share


Berita Terkait
Komentar (0)
Tidak ada komentar...
Tambah Komentar
Nama *required
Email *required (not published)
Website *optional
Komentar

Allowed Tags : <a href=" ">,<b>,<i>,<em>,<strong>

bogorOnline
bogorOnline