Oleh : Administrator | 08-January-2012 | Nasional
Jakarta (bogor Online) – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Ketua DPR RI, ,Marzuki Alie, menegaskan pihak-pihak yang masih saja mempersoalkan penggelontoran dana bail out untuk Bank Century tidak memahami bahwa saat itu pemerintah berkewajiban menyelamatkan dunia perbankan Indonesia.Penggugat kasus Bank Century menurutnya bisa bicara karena Indonesia tidak kena dampak dari kebijakan yang sudah benar dilakukan itu.
“Semua sekarang bisa bicara karena allhamdullilah Indonesia tidak terkena dampak yang dikhawatirkan bisa terjadi jika kebijakan menggelontorkan dana bail out itu tidak diambil,”ujar Marzuki kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/12).
Dirinya mengkritik balik pernyataan salah seorang penggagas angket Bank Century yang juga terpidana kasus pemalsuan L/C Bank Century,Misbakhun yang menuduh dirinya bodoh dan tidak paham kasus tersebut.”Sebagai Ketua DPR tentu saya harus menghormati keputusan paripurna, walaupun keputusan itu tidak bulat, karena melalui mekanisme voting. Misbakum tidak perlu sakit gigi kalau saya beda pendapat secara pribadi dengan persoalan kebijakan bail outn,” tegasnya.
Dirinya mengaku bahwa ada indikasi kejahatan perbankan pada saat merger dan pemberian FPJP, namun menurutnya hal itu berbeda dengan kebijakan bail out. “Misbakum mungkin tidak pernah merasakan krisis moneter 1998 dimana semua pejabat di republik ini menyatakan dengan yakin bahwa Indonesia tidak akan terkena dampaknya karena mempunyai fundamental ekonomi yang kuat, tapi apa dampaknya setelah BI menutup 16 bank yang assetsnya sangat kecil dibandingkan assets perbankan nasional, terjadi rush terhadap bank-bank yang sehat, semuanya menjadi collap, karena tidak ada satupun bank yang kuat apabila di rush oleh nasabahn” pungkasnya. (Aldi/Net)
Tags : century , marzuki alie