bogorOnline

bogorOnline

Oleh : | 12-June-2012 | News

Ciawi (bogor Online) - Sejumlah Pekerja Seks Komersil (PSK) masih tetap mangkal di sejumlah titik di kawasan Ciawi.  Padahal,  pada tahun 2011 lalu Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciawi telah melakukan sosialisasi gencar-gencaran tentang bahaya HIV/AIDS lewat media informasi semisal banner, pamflet serta media informasi lainnya. 

Terlebih saat itu, tersiar kabar, sejumlah PSK di Ciawi positif mengidap virus mematikan. Saat itu, bukti keseriusan Muspika Ciawi menangani prostitusi ditunjukan dengan melakukan razia kost-kosan disejumlah titik lokasi. Namun begitu, upaya yang dilakukan jajaran Muspika, sepertinya tidak berpengaruh bagi para PSK dan pemilik rumah kost.

Bahkan kini, di wilayah Ciawi terdapat satu tempat yang ditengarai menjadi lokasi prostitusi. Pantauan bogoronline, di jalur Puncak, tepatnya di wilayah Desa Gadog tak jauh dari Kantor UPT Pengairan, terdapat rumah kost yang dihuni belasan wanita penghibur. Bahkan, di lokasi, pengunjung bisa langsung check in setelah melakukan transaksi.

“Saya dan teman saya pernah ke tempat itu, saya pikir sih cuma tempat kos biasa, ternyata banyak wanita penghiburnya,” terang Dani, pemuda asal Kota Bogor.

Ironisnya, warga setempat mengaku tak mengetahui aktivitas rumah kost tersebut yang diduga dijadikan tempat mesum. “Sama sekali saya tak tahu kalau tempat itu banyak dihuni jablay. Yang saya tahu, tempat itu kebanyakan dihuni wanita,“ ujar Hilman, warga setempat.

Salah seorang anggota Trantib Ciawi mengaku belum mengetahui keberadaan tempat itu. Namun dalam waktu dekat pihaknya akan mencari informasi lebih jelas tentang lokasi yang memiliki sedikitnya 15 kamar kost. "Kita akan coba cari informasi lebih jelas lagi tentang kebenarannya, “ jelasnya.

Beberapa tempat lainnya yang kerap dijadikan tempat mangkal PSK di wilayah Ciawi antara lain, halte, café, trotoar Polsek Ciawi, sejumlah rumah kost seputar masjid Amaliyah serta beberapa titik lainnya. Kabar lain menyebutkan, kegiatan razia yang sejak beberapa bulan terakhir vakum, akibat terkendala dana bop (biaya operasional). 

“Biasanya sih petugas minimalnya sebulan dua kali melakukan razia PSK. Tapi entah kenapa, sudah beberapa bulan ini, tak nampak ada razia lagi. Buktinya, masih banyak PSK berkeliaran di Ciawi, “ ujar, Opin warga setempat. (ASP)

Tags : psk , jablay , puncak , kost

Bookmark and Share


Berita Terkait
Komentar (0)
Tidak ada komentar...
Tambah Komentar
Nama *required
Email *required (not published)
Website *optional
Komentar

Allowed Tags : <a href=" ">,<b>,<i>,<em>,<strong>

bogorOnline
bogorOnline