bogorOnline

tess

bogorOnline

Oleh : Ken | 27-June-2012 | News

LEUWILIANG (bogoronline) - Kendati nilai tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kabupaten Bogor masih cukup tinggi dengan kisaran mencapai Rp 300 milyar, namun pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor, menargetkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 perkotaan dan pedesaan pada tahun 2012 sebesar Rp 117,4 miliar dan target BPHTB sebesar Rp 151 milyar.

“Data-data tunggakan ini diberikan oleh pusat. Dan dari nilai tersebut kita akan dipilah-pilah karena diduga data tunggakan itu sebagian besar merupakan double aslah,” kata Kepala Dispenda Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah disela-sela acara sosialisasi PBB di UPT Pajak X Leuwiliang, Selasa (26/6) pagi.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa dengan masih besarnya data tunggakan tersebut, pihaknya akan melakukan pembersihan data-data tersebut dengan cara melakukan validasi data agar tidak terjadi adanya data yang double atau wajib pajak yang harus membayar kewajibannya beberapa kali.   “Karena saat ini pengelolaannya baru diserahkan kepada pemerintah daerah yang awalnya dikelola oleh pusat,” terangnya  

Menurutnya, pada tahun lalu Pemkab Bogor berhasil mendapatkan PBB Award, untuk kategori lima besar. Pasalnya pada tahun lalu Kabupaten Bogor mencapai target pendapatan PBB hingga diatas Rp 100 milyar.   “Untuk itu, saat ini Pemkab Bogor dijadikan Pilot Project untuk PBB tingkat pusat,” terangnya.

Untuk PBB P2 akan bertambah menjadi Rp160,3 miliar jika ditambah dengan dana bagi hasil pajak dana perimbangan Pemerintah pusat yang berasal dari sektor Pertambangan, Perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 43 miliar.   Mantan Kepala Badan Perijinan Terpadu (BPT) Kabupaten Bogor ini mengatakan, jika target penerimaan PBB P2 terpenuhi, maka pada tahun 2012 terjadi kenaikan pendapatan Rp 35,5 miliar atau 28,4 persen dari tahun 2011. Karena Tahun lalu sebelum diserahkan ke daerah, kontribusi PBB yang diperoleh dari dana perimbangan sekitar Rp 125 miliar.  

“Atau menyumbang 4 persen terhadap APBD,” terangnya pada saat menghadiri sosialisasi PBB di UPT Pajak X Leuwiliang.

Kadis menambahkan, bahwa dengan diberikannya target pencapaian yang cukup besar, maka pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terutama kepala desa dan wajib pajak yang ada di Kabupaten Bogor agar membayar pajak sesuai dengan ketentuan dan tepat waktu.   “Kegiatan sosialiasi ini menjadi salah satu usaha untuk pencapaian target pajak,” terangnya  

Bahkan pihaknya juga menyediakan mobil pajak keliling untuk melayani masyarakat pedesaan daerahnya jauh dengan pusat kota untuk membayar pajak.   “Kita juga sudah bekerjasama dengan pihak bang BNI dan menyedikan pelayanan online pembayaran pajak melalui ATM,” tandasnya.  

Sedangkan, Dadang Sobur, Kasubag UPT Pajak X Leuwiliang menambahkan, acara sosialisasi PBB yang digelar dikantornya tersebut, adalah untuk memberikan pemahaman betapa pentingnya warga dalam membayar pajak. (JEA/Dispenda)

Tags : dispenda, pajak, pbb

Bookmark and Share


Berita Terkait
Komentar (0)
Tidak ada komentar...
Tambah Komentar
Nama *required
Email *required (not published)
Website *optional
Komentar

Allowed Tags : <a href=" ">,<b>,<i>,<em>,<strong>

bogorOnline
bogorOnline