bogorOnline

bogorOnline

Oleh : | 24-October-2012 | Pendidikan

CIBINONG -  Ribuan orang tua siswa di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Cibinong,  Kabupaten Bogor dibuat resah, menyusul adanya buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang diterbitkan Pusat Perbukuan Kemen­te­rian Pendidikan Nasional (Kemen­dik­nas) berbau porno. Hal ini lantaran  di  buku setebal 144 halaman ini, berisi materi yang dinilai  vulgar bagi  siswa Kelas IV SD.

“Bagaimana tidak vulgar? Di halaman 57 sampai 61 dijelaskan mengenai sistem reproduksi dan wanita. Selain itu dipaparkan juga bagaimanana cara pria atau wanita dewasa berejakulasi,” ujar seorang wali murid di Kecamatan Cibinong, Rabu.

Dari informasi ditemukannya ada materinya yang berbau porno berawal dari sejumlah orangtua siswa termasuk Deski Kurniawan,43, warga Desa Cijujung, Kecamatan Su­karaja yang kaget saat anaknya mempertanyakan pekerjaan rumah (PR)  yang diberikan sekolah soal re­p­ro­duksi alat kelamin.

“Saya kaget, ketika anak saya tiba-tiba me­nanyakan alat kelamin pria me­ngeluarkan apa? Nah kemudian Saya tanya kamu tahu dari mana itu, katanya dari buku pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga,” paparnya.

Keesokan harinya si orang tua siswa itu menanyakan pelajaran ini ke guru, di tempat anaknya bersekolah. Sang guru tak banyak komentar dan minta masalah ini ditanyakan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Bersama guru dan kepala sekolah persoalan ini bawa ke Disidik. “Saya khawatir jika buku dipaksakan untuk dipelajari bagi anak-anak akan merusak moralnya,” ujar Deski

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Didi Kurnia, langsung kaget setelah memeriksa buku pelajaran itu. Ia membenarkan materi yang ada di buku pelajaran itu terlalu vul­gar.  Ia  mengaku khawatir peredaraanya ti­dak hanya di Cibinong, tapi sudah kekecamatan lain dan kalau tidak ditarik bisa bahaya.” Karena itu kita bentuk tim untuk meng­kajinya. Jika dinillai mem­bahayakan, maka buku tersebut harus segera ditarik kembali,” katanya.

Dijelaskan Didi, pengadaan bu­ku di setiap sekolah  su­dah diatur  dalam Per­men­diknas No. 2 Tahun 2008 ten­tang Buku. Selain itu, buku yang di­terbitkan harus sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai syarat kelayakan dalam proses pem­be­lajaran melalui Permendagri Nomor 49 Tahun 2009. “Sebab itu kita akan klarifikasi kepada Ke­men­diknas terkait isi buku ini. Kita juga akan melibatkan ahli bahasa,” katanya. (yus)

Tags : berita , buku , sd , porno

Bookmark and Share


Berita Terkait
Komentar (0)
Tidak ada komentar...
Tambah Komentar
Nama *required
Email *required (not published)
Website *optional
Komentar

Allowed Tags : <a href=" ">,<b>,<i>,<em>,<strong>

bogorOnline
bogorOnline