Oleh : Ken | 24-January-2012 | Headline

Cibinong (bogorOnline) - Alasan kunjungan kerja (kunker) Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Bogor ke Singapura untuk belajar berbagai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Singapura, sangat diragukan. Pasalnya, kunjungan tersebut hanya melibatkan sejumlah pejabat tertentu dengan orang-orang kepercayaan masing-masing pejabat tersebut.
"Kalau jalan-jalan ke Singapura dengan alasan kunker itu patut diragukan. Pasalnya, sejumlah pejabat mengajak serta sopir-sopirnya. Ini kan jelas kegiatan jalan-jalan saja," kata salah satu staf yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan ke Singapura itu adalah sebuah perayaan pemisahan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor. "Yang ramai di staf DPKBD, kegiatan ke Singapura itu buat jalan-jalan, sekaligus untuk perayaan pemisahan Dispenda dari DPKBD," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala DPKBD Dedi Bachtiar membantah jika DPKBD melakukan aktivitas jalan-jalan ke Singapura. Kegiatan yang dilakukan ke Singapura tersebut, merupakan kunjungan kerja untuk memperoleh informasi terbaru dalam meningkatkan PAD Kabupaten Bogor. "Kita tidak jalan-jalan, namun belajar bagaimana meningkatkan potensi PAD. Nah, di Singapura ini kan PAD-nya besar, sehingga kita bisa belajar ke sana," katanya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun bogoronline.com menyebutkan, perjalanan pejabat dan staf DPKBD tersebut dilakukan dalam rangka perayaan perpisahan Dispenda dari DPKBD. Mereka bertolak ke Singapura pada hari Kamis dan kembali pada hari Minggu, pekan kemarin. Perjalanan mereka ke Singapura, juga tidak disertai surat ijin perjalanan keluar negeri. "Untuk jalan-jalan ke luar negeri, para pejabat kan harus memiliki ijin dari Depdagri," tandasnya. (Sol)
Tags : Nothing...